CATATAN IMANKU

Hidup Dalam Dentuman Jihad, Mati Dalam Kemuliaan Syahid

Diary Seorang Muhajiroh dan Mujahidah Daulah Islam Iraq dan Syam

Catatan ini saya ambil dari Portal Shoutussalam.com, saya copas di blog saya sebagai catatan penting bagi diri saya pribadi dan bagi para pembaca sekalian. Hal ini saya lakukan karena saya merasa catatan ini sangat penting untuk dibaca dengan sungguh-sungguh. Akan banyak manfaat yang akan pembaca peroleh setelah membaca catatan Mujahidah ini. Semoga bermanfaat bagi diri saya pribadi dan pembaca sekalian. Aamiin !

___________________________________________________________

Catatan Harian Seorang Muhajirah

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Sebelum aku mulai menulis, aku ingin mengatakan bahwa Allah mengetahui niatku dan aku sama sekali tidak membual pun menyombongkan diri atas posisiku yang telah diberkahi dengan rahmat Allah sekarang ini. Dan aku sama sekali tidak bermaksud merendahkan mereka yang belum memulai perjalanan ini (hijrah) dan yang paling penting aku sama sekali tidak menghalangi para akhwat untuk memilih jalan ini –aku hanya ingin menggambarkan gambaran realistis tentang apa yang dirasakan para muslimah disini.

Aku hanya memohon pada saudari-saudariku tercinta agar mengambil nasihat tulus yang akan aku berikan ini sebagai pertimbangan jika mereka bertaqwa (takut) pada Allah.

Bismillah.

Pertama dan paling utama, aku akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang umumnya ditanyakan para akhwat muslimah  kepadaku terkait hijrah kesini dan bagaimana para muhajir (pendatang) hidup di Suriah.

1. Banyak dari para akhwat memintaku untuk memberi mereka daftar barang apa saja yang harus mereka bawa dari rumah di negeri asalnya dan apa yang akan mereka butuhkan disini. Ada banyak barang kebutuhan yang bisa di dapatkan di sini, namun akan lebih baik bagimu untuk membawa pakaian, sepatu, dan lain-lain dari rumah kalian.

Tersedia pakaian disini, tapi demi Allah kualitasnya benar-benar buruk. Adalah sebuah keajaiban jika kalian bisa menemukan atasan atau celana panjang yang bisa dipakai lebih dari sebulan. Jadi bawalah semua pakaianmu, dari kaos kaki dan pakaian dalam untuk gaun dan hijab. Kesalahan terbesar yang kubuat adalah aku tidak membawa jilbab dan niqab (cadar) yang cukup karena aku anggap mungkin aku bisa menemukan busana muslim di sini, tapi jujur itu hampir tidak mungkin.

Belum lagi bagaimana melihat hijab orang-orang Suriah ibarat sebuah lelucon, abaya (jubah) mereka ketat dan niqab mereka terlihat, dimulai dari dahi dan berakhir di lubang hidung mereka. Aku harap ceritaku ini hanya melebih-lebihkan saja, tapi sayangnya aku benar-benar tidak sedang membual. Semoga Allah menjaga kita…

Oleh karenanya wahai Ukhti, silahkan kalian bawa tiga lembar niqab, jilbab dan khimar (kerudung) dari rumah. Cobalah memesannya secara online jika kamu tidak menemukannya di toko-toko lokal di sekitarmu.

Sepatu di sini kualitasnya juga buruk, disamping itu tampaknya hanya ada tiga buah ukuran saja di sini. :D

Jadi mungkin bawalah sepasang sepatu olahraga bersamamu. Untuk musim dingin kemungkinan besar kamu akan membutuhkan sepasang sepatu boot dan mantel tebal yang hangat. Musim dingin disini sangat dingin. Percayalah, aku berasal dari kawasan Inggris Utara dan aku disini masih merasakan kedinginan.

Kamu bisa menemukan shampoo sabun dan kebutuhan wanita yang lain disini, jadi jangan stress jika kamu berpikir kamu akan hidup menjadi semacam wanita gua disini. Alhamdulillah, aku telah mengalami kehidupan yang jauh lebih mewah daripada yang aku bayangkan.

Agama yang bijak, ingatlah untuk membawa semua kitab-kitabmu dan downloadlah buku-buku PDF sebanyak-banyaknya di tablet atau gadget mobile-mu. Berhati-hatilah agar tidak membuatnya nampak terlalu Jihadi, karena kamu juga harus mengikat untamu – dan semua bentuk pencegahan harus dilakukan agar tidak menjadikan dirimu sebagai mangsa aparat.

Demi Allah, orang-orang kafir dan munafik akan melakukan apapun untuk merugikan kaum muslimin. Dan mereka membuat makar, namun Allah adalah sebaik-baik pembuat makar. Sangat sulit untuk mendownload ceramah-ceramah atau buku-buku disini kecuali jika kamu memiliki koneksi internet bintang lima (Allahumma Baarik :D ) yang sangat langka disini.

Sayangnya kami sebagian besar tergantung pada aplikasi Bluetooth satu sama lain. Kamu akan memiliki sangat banyak waktu luang disini, jadi apa saja bisa jadi fitnah besar jika tidak digunakan dengan benar. Bacalah al-Qur’an, belajarlah sejarah perjalanan Nabi dan ilmu aqidah. Sangat penting bagimu untuk terus mencari ilmu.

Dan yang terakhir untuk para akhwat yang telah menikah atau yang akan segera menikah, bawalah make-up dan perhiasan dari rumah di negeri asal kalian, karena percayalah tidak ada apapun disini, kecuali jika kamu berencana tampak seperti badut :D haha.

Aku tahu beberapa hal akan terdengar sangat membosankan dan tidak penting, tapi kamu akan berterimakasih padaku nantinya, ditambah aku hanya berusaha untuk memberikan yang terbaik dan daftar persiapan yang rinci semampuku.

2. Sebelum berhijrah ada banyak cara yang bisa dicoba dan persiapan diri untuk menghadapinya. Untuk hidup yang sama sekali berbeda dari kehidupan biasanya. Artinya kalian harus sama sekali mengubah pandangan hidup dan mencari tahu informasi sebanyak yang kamu inginkan sampai kamu merasa puas dengan apa yang akan kamu lakukan dan mengetahui kebenarannya.

Untuk para akhwat, jangan mengambil komitmen besar dan langkah meninggalkan Daarul-Kufr (Negara Kafir) jika kalian masih ragu apakah hijrah ini wajib atau tidak, atau apakah hukumnya haram jika pergi tanpa mahram atau tidak. Kalian tidak akan bisa menikmati hijrah sampai kalian percaya dalam lubuk hati kalian bahwa kalian melakukan ini untuk Allah, dan yang paling penting kalian harus ikhlas dalam niat.

Jika kalian masih ragu, maka selidikilah sampai kalian puas. Namun, jangan terus menggunakannya sebagai alasan untuk mundur dari ladang Jihad. Dan Allah Mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati.

Demi Allah hal yang paling indah dalam hijrah adalah menjauh dari dosa-dosamu dan hawa nafsu sebelum berhijrah secara fisik dari Daarul-Kufr. Ada banyak cara untuk mempersiapkan diri secara mental, emosional, dan fisik. Diantaranya:

  • Secara mental kamu perlu mendekatkan diri pada Allah. Hal ini sangat penting, kamu perlu beristikharah dan mencoba menghabiskan malam-malammu dengan mencari petunjuk dari Dia Yang Maha Bijaksana. Mengapa Allah membimbing kita pada sesuatu yang tidak baik bagimu? Dan yang sangat penting dekatkan dirimu pada Kitabullah. Dan Demi Allah kamu akan menemukan jawaban dari semua keraguan dan kekhawatiranmu. Kamu melakukan hal ini semata-mata untuk Allah dan tidak ada sebab lain selainnya. Hijrahmu adalah demi Dia dan kamu tidak takut pada celaan orang-orang yang suka mencela.
  • Secara emosional kamu akan menghadapi banyak kendala, dari keluarga sampai kebiasaan sehari-harimu. Aku ingat dulu aku berpikir aku akan tinggal di sebuah kamp di tengah-tengah padang pasir. Jadi aku mencoba semampuku untuk mengurangi makanan favoritku dan menggunakan sedikit air agar tidak boros. Haha, aku pikir itu sangat lucu jika aku mengingat-ingatnya lagi, tapi jujur semua ini benar-benar membantu untuk menurunkan harapan-harapanmu pada kehidupan dan menerima apapun yang datang padamu sebagai berkah dari Allah. Dan secara pribadi merupakan langkah penting bagiku untuk menjauhkan diri dari keluargaku sebisa mungkin, disamping masih memenuhi kewajibanmu pada mereka. Ini sangat penting bagiku karena aku tidak dan masih tidak percaya pada hatiku yang keras kepala. Semuanya lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan dan meninggalkan keluargaku untuk Allah adalah pengorbanan terbesar yang pernah kubuat dalam hidupku yang egois selama ini. Aku meminta kalian semua untuk berdo’a agar Allah menerima hijrahku dan membuatku selalu ikhlas pada-Nya.
  • Persiapan fisik adalah hal yang kebanyakan muhajirin –termasuk aku- melalaikannya sebagai buah dari ketidaksabaran, ketergesa-gesaan dan kegembiraan! Haha. Dan maksudku adalah memastikan kamu mengunjungi GP (dokter praktek umum) untuk mendapatkan semua vaksinasi yang kamu butuhkan. Kamu akan berpergian setengah jalan melewati dunia dan sistem immune (kekebalan tubuh)mu kemungkinan akan merasa shock. Kamu akan menyesal jika kamu tidak melakukan ini karena perawatan kesehatan disini lucu, cara kerjanya disini adalah mereka akan terus memberimu resep dengan sesuatu dan apapun. Coba dan bawalah obat penghilang rasa sakit dan tablet pil Diare… :DKamu akan membutuhkannya di bulan-bulan pertama atau lebih. Dan percayalah pada Allah, selalu.

3. Hari normal untuk seorang muhajirah berkisar pada tugas yang sama sebagaimana ibu rumah tangga. Saat ini aku tinggal di Makar (markas/basis) wanita bersama banyak saudari-saudari lain di Raqqah, sejak situasi yang meresahkan yang dirasakan muhajirin karena FSA menyerang kami di Aleppo – sehingga banyak dari kami meninggalkan rumah-rumah kami.

Untuk saat ini kami ditempatkan dan diurus disini, sampai suami-suami kami menemukan rumah untuk kami, Insyaa Allah. Bagaimanapun, harimu akan berputar di sekitar aktivitas memasak, membersihkan, merawat dan terkadang mendidik anak-anak.

Haha, aku bahkan tidak tahu bagaimana memasak ketika aku menikah (3 bulan lalu), tapi sekarang aku sudah punya begitu banyak waktu luang yang aku pelajari. Percayalah Ukhti, “senantiasa berlatih akan membuatmu menjadi sempurna”. Kamu bisa mendapatkan listrik di sebagian besar waktu atau kamu akan jarang mendapatkannya – tergantung pada keadaanmu–, tapi kamu harus bersiap tidak mendapatkan listrik untuk men-charge ponselmu atau tidak ada lampu. Alhamdulillah ada baterai untuk menyalakan lampu, atau lilin.

Dan mungkin kalian akan belajar bagaimana mencuci pakaianmu dengan tangan karena kamu benar-benar tidak bisa bergantung pada mesin cuci disini. Pekerjaan ini mungkin nampak sulit tapi sebenarnya jauh lebih mudah daripada kedengarannya, ditambah sangat mudah untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan disini.

Plus, kamu memiliki banyak waktu untuk menuntut ilmu dan menghafal al Qur’an. Dan ketika suamimu punya waktu luang dia bisa mengajakmu keluar untuk berlatih menembak dll. Selain itu jika suamimu memberimu izin, maka kamu bisa pergi ke warnet bersama sekelompok akhwat atau ke pasar jika butuh sesuatu.

Demi Allah ini benar-benar tergantung pada bagaimana kamu memanfaatkan waktumu. Sangat mudah untuk teralihkan dan menghabiskan waktu disini, adalah sunnah untuk tertawa dan menikmati kebersamaan bersama teman-temanmu. Tapi hati-hati untuk tidak mengundang syaithan dan mengikuti kebiasaan konyol seperti membuat fitnah dan bicara kotor. Semua nasehat pertama dan terutama untuk diriku.

Yang terakhir tapi tidak sedikit, seperti biasa dari hari ke hari cobaan mesti didapatkan. Masih benar-benar kamu menilai setiap menit disini untuk Allah. Jika kamu tahu berkah bumi ini (Syam) dan orang-orang yang berada di dalamnya maka kamu bisa ditempatkan di situasi dan tugas yang terburuk dan kamu masih akan menemukan orang-orang langka yang masih memiliki senyum lebar di wajah mereka hanya karena niat mereka adalah untuk melayani Allah dan mereka merasa diberkati untuk ditempatkan dalam situasi ini di luar miliaran muslim lain di seluruh dunia.

Demi Allah aku telah menemukan banyak akhwat cantik yang akan menghabiskan pagi dan malamnya dengan bahagia karena mereka memasakkan makanan untuk mujahidin atau mereka akan membersihkan seluruh rumah tanpa ada yang tahu siapa orang itu. Demi Allah kamu akan bangun di pagi hari dan seluruh Makar telah bersih mengkilat setelah Subuh.

Subhanallah, suatu hari setelah subuh aku sedang menuju ke atap untuk mencoba menghubungi keluargaku dan menangkap sinyal sampai aku melihat seorang wanita Chechnya – jauh lebih tua dari ibuku sendiri – membersihkan lantai atas dan bawah dengan kain di tangannya dan berlutut menyikat bersih tangga rumah.

Kamu tahu orang-orang mengatakan kamu bisa melihat seseorang yang dicintai Allah dari wajahnya, dan demi Allah aku tidak melebih-lebihkannya, wanita ini memiliki banyak Nur (cahaya) di wajahnya, begitu indah. Semoga Allah memberkatinya.

Para akhwat benar-benar harus meniru mentalitas ini, tidak memandang remeh pada pekerjaan apapun disekitar rumah meskipun pekerjaan itu tidak untuk dirimu sendiri sebagai orang yang tidak berguna dan pengganggu. Jangan lupa kamu berhijrah untuk sesuatu yang tidak membutuhkan pamrih, ketika kamu sampai disini jangan merusaknya dengan keegoisan. Semoga Allah menganugerahkan kita semua ikhlas dalam segala hal yang kita lakukan.

4.Perumahan disediakan oleh Daulah. Jika kamu sudah menikah maka kamu akan diberi sebuah rumah. Tapi jika kamu baru akan menikah kemungkinan besar kamu akan tinggal di rumah teman-temanmu atau Makar (markas) wanita. Juga, sampai kamu mendapatkan rumah dari Daulah (yang masih menunggu antrian) kamu mungkin akan tinggal di Makar sementara suamimu akan bersama para ikhwan.

Di Makar ini kamu akan disediakan segala sesuatu, Alhamdulillah, dari makanan, air, pemanas, kunjungan ke dokter dan terkadang ke pasar ditemani oleh amir dll. Aku sudah menekankan hal ini sebelumnya di twitter tapi aku benar-benar berharap agar para akhwat berhenti bermimpi pergi ke Syam dan tidak menikah.

Demi Allah kehidupan disini sangat sulit untuk Muhajiroh dan kami sangat tergantung pada para ikhwan untuk banyak men-support. Kehidupan disini tidak seperti di Barat dimana kamu bisa santai berjalan keluar dan pergi ke Asda/ Walmart dan kemudian pulang… Bahkan sampai sekarang kami harus tetap menjaga keamanan diri di luar dan harus selalu disertai mahram.

Meskipun kami hidup di bumi yang berada di bawah kendali Daulah, tapi masih banyak kaum munafik berkeliaran di jalanan secara terbuka. Kecuali tentu saja jika kamu punya keluarga di sini, jika ayah atau saudaramu ada disini maka situasinya berbeda. Bagaimanapun, adalah paling tepat untuk para akhwat untuk segera menikah.

Saat aku online, banyak akhwat yang ingin berhijrah tapi hidup di dalam mimpi dimana mereka berharap akan hidup denganmu dan suamimu… :D Yang ada hanya diperlakukan seperti tamu sampai moralmu menyentak dan kamu menyadari betapa dirimu menjadi beban untuk orang lain.

Ukhti, tolong jangan dengarkan sumber online apapun yang memberikan informasi palsu dimana Daulah secara terbuka mendorong dan mendukung para akhwat untuk berhijrah dan tidak pernah menikah. Tidak ada perumahan untuk “muhajiroh single’… Itu hanyalah tempat dimana seseorang mengizinkanmu untuk tinggal fii sabilillah sampai kamu menikah.

Ada beberapa hal yang sudah kutanyakan dengan Umara secara pribadi. Bahkan rumah para Syuhadaa (tempat tinggal wanita yang suaminya telah syahid –in syaa’ Allah-) mendorong para akhwat untuk menikah lagi setelah usai masa iddahnya. Kenyataannya tinggal disini tanpa seorang laki-laki sangatlah sulit.

Aku tahu beberapa ikhwan online membantu para akhwat untuk berhijrah fisabilillah, dan menguruskan rumah untuk mereka. Semoga Allah memberi ganjaran atas niat mereka. Nasehatku untuk para akhwat agar mencoba membatasi komunikasi dengan ikhwan disini. Sebagian besar dari ikhwan yang para akhwat terus menerus berhubungan dengannya adalah sudah menikah dan yang lainnya sangat tidak ingin untuk bercampur-baur (ikhtilat).

Cobalah berbicara pada seorang akhwat sebelum terpaksa untuk mencari bantuan pada yang lain. Meski meminta bantuan bisa dimengerti, bagi para wanita jauh lebih sulit untuk mendapatkan internet dan bagi laki-laki lebih mudah dan mungkin itulah kenapa mereka online dan bisa menjawab antrian pertanyaan kalian yang banyak.

Alhamdulillah, semakin sedikit internet yang kamu dapat semakin banyak waktu untuk digunakan fisabilillah.

5. Jihad. Oke, jadi ini adalah salah satu dari pertanyaan-pertanyaan yang paling banyak aku terima dari akhwat yang berniat untuk berhijrah bi’idznillah. Aku akan membahas langsung dan terus terang pada kalian semua, bahwa tidak ada partisipasi apapun bagi akhwat dalam Qital (berperang).

Syaikh Umar as Shishani telah cukup jelas menjawab dan menekankan bahwa hal tersebut belum diizinkan untuk wanita. Tidak ada amaliyah istisyhadiyah (operasi mencari syahid) atau brigade wanita rahasia. Ini semua adalah kabar angin yang mungkin kalian pernah dengar dari sumber-sumber yang mereka sendiri tidak tahu jelas kebenarannya.

Dan wanita-wanita yang mungkin kalian lihat online berpartisipasi (dalam jihad) adalah bagian dari propaganda. Wanita-wanita yang ada di video adalah bagian dari kelompok sekuler yang tidak menyeru pada hukum Allah. Tolong ukhti, jangan percaya apapun yang kamu dengar atau yang kamu lihat secara online dimana tampaknya para akhwat berperang fiisabilillah.

Untuk saat ini Qital bukan merupakan fardhu ‘ain bagi para wanita. Kami punya banyak ikhwan yang bahkan tidak terpilih untuk melakukan operasi. Para ikhwan itu kecewa dan mulai menangis karena mereka ingin berpartisipasi di dalamnya, jadi apa yang membuatmu berpikir seperti itu?

Untuk para akhwat sangatlah mustahil saat ini. In Syaa’ Allah di masa depan. Dan ini membawaku pada poin kedua dimana ketika aku menceritakan hal ini pada para akhwat, mereka tidak lagi memiliki niat untuk datang kesini…

Subhanallah. Hijrah bukan hanya untuk jihad, tetapi juga dengan tujuan untuk hidup terhormat dibawah hukum syari’at. Selalu perbaharui niatmu. Apa yang membuatmu berpikir kamu datang kesini dan tidak memberikan kontribusi apapun juga terhadap pengibaran panji Laa Ilaaha Illallah seperti yang dilakukan ikhwan mujahidin?

Peran kita bahkan lebih penting sebagai wanita dalam Islam, karena jika kita tidak memiliki wanita dengan aqidah dan pemahaman yang benar yang bersedia mengorbankan semua keinginan mereka dan menyerahkan keluarga mereka tinggal di Barat (rumah) untuk berhijrah dan melayani Allah, maka siapa yang akan mencetak generasi singa Mujahidin selanjutnya?

Ukhti jangan tinggalkan berkah yang indah untuk mencetak generasi mujahidin Syam di masa depan ini. Dan menjadikan anak-anak kita sebagai bagian dari hadits Nabi dimana orang-orang terbaik adalah di Syam. Bagaimana mungkin kamu enggan menghasilkan keturunan yang mungkin dengan kehendak Allah menjadi bagian dari kebangkitan besar Islam?

Bayangkan jika kamu membesarkan seorang anak dan dia berpartisipasi dalam al Malahim (peperangan)? Atau memiliki cucu yang menjadi bagian dari tentara al Mahdi? Pikirkan selalu semua yang kamu lakukan ini murni untuk Allah dan kamu akan menemukan kepuasan dalam hatimu.

Demi Allah Ukhti, peran kita lebih penting dari yang lainnya, dan bahkan para lelaki tahu bahwa mereka tidak mampu dan tidak sekuat sebagaimana wanita diciptakan. Ini adalah bagian dari fitrah kita untuk menjadi seorang istri dan ibu, dan kita tidak diciptakan seperti laki-laki.

Demi Allah dari lubuk hatiku yang paling dalam aku benar-benar memahami keinginanmu untuk berpartisipasi dalam medan perang dan memberikan darahmu fisabilillah tapi aku akan berbagi nasehat denganmu yang benar-benar membantuku…;

Oke, mari kita berpikir tentang empat wanita terhebat dalam Islam. Dia bukanlah ‘Aisyah (radhiallahu ‘anha) yang merupakan wanita yang terluas pengetahuannya dalam Islam, jadi kita langsung bisa mengetahui bahwa memiliki banyak ilmu tidaklah membuat wanita menjadi hebat. Dia bukanlah Nusaybah, atau Ummu Sulaim atau Khansa’ (radhiallahu ‘anhunn) [yang banyak dikenal partisipasinyadalam Qital fisabilillah]. Oleh karena itu, peran wanita sebagai mujahidah tidaklah membuatnya hebat juga bukan tujuan mereka diciptakan.

Empat wanita terhebat dalam Islam = Khadijah, Asiyah, Fatimah dan Maryam. Jadi kita sebagai muslimah harus menjadikan wanita-wanita ini sebagai teladan kita karena inilah sisi yang paling diberkati dimata Allah.

Apa yang umumnya dilakukan oleh wanita-wanita ini? Apa yang membuat mereka begitu istimewa? Apa yang membuat mereka begitu unik adalah bahwa mereka mencetak orang-orang terbaik. Mereka mencetak hamba-hamba Allah yang sejati. Peran mereka sebagai ibu sangatlah penting karena hasil yang mereka bawa pada masa depan anak mereka – dimana mereka akan memperoleh ganjaran yang tak terhitung.

Dan yang kedua peran mereka sebagai istri yang taat juga merupakan faktor penting. Dan itulah realitanya ukhti. Kita diciptakan untuk menjadi ibu dan istri – sebanyak masyarakat Barat telah menyesatkan pandanganmu tentang hal ini dengan mentalitas feminis yang tidak terlihat. Allahu A’lam.

Kamu bisa mendapatkan lebih banyak ganjaran dengan menghabiskan waktu malam bertahun-tahun tanpa tidur dengan menjadi ibu dan membesarkan anak-anakmu dengan niat yang benar dan untuk Allah daripada melakukan operasi istisyhad. Demi Allah ini sepenuhnya tergantung pada niatmu. Semoga Allah menerima usaha kita dan memberikan kita keturunan yang sholeh yang akan menjadi sarana sadaqah jariyah dan syafa’at.

Dan itulah realita kehidupan disini untuk para akhwat. Aku mendorong semua akhwat untuk datang dan memperoleh kehormatan sejati dengan hidup dibawah hukum syari’at, dengan menikahi lelaki yang menempatkan Allah diatas keinginannya dan dengan berada di garis depan kebangkitan Islam ini. Demi Allah tidak ada yang lebih menyedihkan daripada duduk di pinggir medan. Jagalah niatmu agar tetap ikhlas dan jangan biarkan syaithan menggodamu atau membuatkan alas an untukmu agar mundur dari bumi kemuliaan.

Allahu Akbar, akhirnya aku selesai mengetik postingan ini yang sudah aku janjikan sejak minggu pertama tiba di Syam – yang lebih dari empat bulan lalu haha. Omong-omong aku sudah tidak berada di Makar lagi, Alhamdulillah kami sudah punya rumah di Manbij. Aku sudah berusaha semampuku untuk menjawab pertanyaan yang paling banyak mengantri dan menasehati saudari-saudariku sebanyak yang aku bisa, tapi jika kalian masih ingin sesuatu yang lebih yang harus aku singgung dan tulis silahkan message aku di tumblr, tweet @UmmLayth_ atau Kik (_axa).

Tolong doakan selalu suamiku, para ikhwan dan muhajirat disini. Dan semoga Allah mengampuniku atas kesalahan yang aku katakan. Aku hanya hamba Allah yang banyak dosa, maafkan aku untuk segala kekurangan.

9 April 2014

Penerjemah: @Ghareeba_7

Editor: 2_64

Dipublikasikan terjemahannya oleh Shoutussalam Islamic Media

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Mei 2014 by in ARTIKEL, Muslim Cerdas, Muslimah, Pendidikan.
Tegak Di Atas Tauhid & Sunnah

Meniti Jejak Generasi Terbaik

Catatanku

Blog Lain Untuk Berbagi

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Pakde Azmi

Guru sing Pengen Rejekine Koyok Konglomerat, Guru sing pengen Otak'e koyok Bill Gate, Guru sing pengen Lakune koyok Nabi Muhammad SAW

evifitri

A topnotch WordPress.com site

Dendy Agung Santoso

Jurnalis muda, mandiri dan kreatif dari team YUFADEL

Belajar Foto

Dont just read it, DO IT......!!

%d blogger menyukai ini: